Hallo,


Ini pertama kalinya saya mereview tentang kecantikan. Walaupun juga bukan beauty expert tapi ijinkan saya berbagi info ya untuk kalian (Formal amat ni bahasanya haha)

Oke, kali ini saya mau mereview produk andalan yang sudah menemani dan membantu saya dalam merawat kulit kering terkelupas bersisik dan dehidrasi.
Inilah, Hada Labo Ultimate Moisturizing Lotion

Hada Labo Ultimate Moisturizing Lotion ini merupakan hydrating toner atau toner yang berguna untuk memberikan hidrasi ke kulit. Produk ini merupakan salah satu dari rangkaian paket Gokujyun. Setahuku saya, ada 3 paket yang ditawarkan oleh Hadalabo, ada Gokujyun untuk melembabkan, Shirojyun untuk mencerahkan, dan Gokyujun Alpha Ulitimate Anti Aging untuk melelmbabkan dan menyamarkan garis halus. Bahkan untuk seri gokujyun aja ada yang light untuk kulit berminyak dan yang non light untuk kulit kering.

Karena kulit saya kering, of course, saya memilih paket Gokujyun biasa tanpa light-lightan. Kalau di Solo, banyak dijual travel size dari 3 paket ini, jadi kita ga perlu takut gak cocok dan mubadzir. Kebetulan, saya pernah mencoba 3 produk basic dari seri Gokujyun ini tapi secara terpisah, bukan barengan kaya orang pacaran. Produknya ada Facial Wash, Milk, dan Lotion. Dan, yang membuat saya repurchase dan belum mau coba yang lain adalah Hadalabo Ultimate Moisturizing Lotion ini,


Tekstur

Tekstur dari produk ini cair seperti air, bening, gak berbau (sesuai dengan klaimnya, fragance free). Saya kaget lho awal make ini, sebelumnya saya coba pake Moisturizing Milknya, seperti namanya, teksturenya kental dan berwarna putih, ya samalah seperti produk yang berjudul milk-milk an. Nah, pas saya coba pakai Moisturizing Lotion ini, saya kaget dong. Saya kira akan sama texturenya karena namanya "Lotion"  Eh, ternyata malah cair seperti air. Setelah saya cari tau, ternyata di dunia skincare Jepang, Lotion adalah sebutan bagi toner. Correct me if im wrong yaa.

Teksture Hadalabo Moisturizing Lotion, bening amat yak

Dan, Untuk kandungannya sendiri. Moisturizing Lotion ini mengandung 3 tipe Hyalurinic Acid. Disini saya gak akan jelasin detail tentang apa itu senyawa Hyalutinic Acid, karena saya sendiri belajar kimia cuma sebentar hehe. Intinya, kandungan Hyalurinic Acid ini dapat melembabkan dan memberikan hidrasi ke kulit. Apalagi di Ingredient produk ini, mengatakan bahwa ada 3 tipe Hyaluronic Acid yang selain mampu melembabkan, menahan air, juga cepat meresap di kulit. Kalian percaya gak? Cobain dulu aja, biar bisa klaim bener apa gaknya ya. hehe


Pros

Kalo ditanya kenapa saya pake ini? jadi dulu kulit saya mengenaskan, kering bangeeet, sampai terkelupas, putih2 gitu. Akhirnya saya cari produk Moisturizing. Sampailah saya pada Moisturizing Milk dan Lotion Hadalabo dari Rohto ini. Saya beli yang Milk dulu terus baca-baca reviewnya, kok lebih nendang yang Lotion. Yaudah akhirnya saya coba yang Lotion. Dan.....memakai 2 produk ini membantu bangeeeet di kulit saya. Pengen nangis rasanya kalo inget dulu keringnya kek gimana dan sekarang udah lumayan lebih baik berkat produk ini, dan tentunya restu dari Tuhan Yang Maha Esa.
Hadalabo Ultimate Moisturizing Milk dan Lotin, which is your favorite one?

Awalnya saya pakai, 2 produk ini berpasangan. Lotion dulu baru Milk. Tapi karena Milknya bagi saya terlalu bikin wajah lengket, Jadi saya mulai lepas perlahan-lahan hingga akhirnya Moisturizing Lotion bisa mandiri untuk melembabkan kulit saya. Sebenarnya saya merasa udah cukup lembab pakai Lotion ini aja tapi kalau ditambah Milk wajah saya jadi keliatan glowing gitu lho. Hahaha
Lotion ini cepet banget meresap. Jadi saya pakai ini tiap abis cuci muka, langsung deh dipakai 4-5 tetes, kadang ya gak saklek sama itungan yang penting mah cukup buat 1 wajah gt aja. Kalau saya lagi rajin saya pukpuk gitu biar kaya tatacara yang benar. Tapi kadang yaudah asal usap aja. Dan emang kerasa beda sih, biasanya kan abis cuci muka tu kerasa kering kan, kalau pake ini rasanya lembab gitu. Ya emang ada rasa lengket gitu, tapi gak lengket lengket banget. Itu kali ya yang membedakan ini dengan air yang sesungguhnya.

Kandungan Hadalabo Moisturizing Milk dan Lotion

Selain, membantu melembabkan kulit saya dan cepet meresap, kelebihan dari produk ini adalah awet lama. Dari awal sampai saat ini mungkin udah setahunan ya, saya baru abis 2 botol, padahal penggunaan setiap hari. Harganya juga 30.000-40.000, Cuco meong kan?

Oya, produk ini juga jadi  Beauty Award 2016 di pedoman kecantikan saya yaitu Female Daily.

Cons

Mungkin saya seperti mencari mencari kekurangan dari produk ini ya. Karena bagi saya produk ini udah banyak membantu jadi kekurangannya udah gak terlihat lagi, saya setia kan? haha
Tapi, Kalau saya disuruh nyebutin kekuranganya, saya akan menyebutkan tentang kemasannya. Jadi kemasan Lotion dan Milk itu, sama persis plek ketiplek, ingredient dan keterangan di balik kemasan aja sama. Yang beda cuma ada warna label dan tulisan "Milk" dan "Lotion" gitu. Itupun saya masih tolerir sih, masih gakpapa. Saya juga bukan tipe orang yang suka desain yang rame dan jeder-jeder.
Kemasan dari produk ini bentuknya flip flop which is rawan banget kebuka sendiri, jatuh, tumpah, dan lebaaar deh airnya. Saya pernah bawa ini naik kabin pesawat, eh kebuka deh tu tutupnya dan merembeslah airnya. Hiks.

Mungkin kalau bentuk tutupnya yang muter gitu bisa lebih awet, tapi gini pun saya udah sayang lho.
Nah, tapi gegara tutupnya flip flop gini, tutupnya jadi gampang rusak, punya saya penutup corongnya (duh bahasanya ya) udah copot, jadilah sekarang menganga dan rawan banget tumpah.
Ohya, selain kering kulit saya ini mudah banget berjerawat. Nah, toner ini cuma ampuh buat melembabkan aja, tapi kalau buat ngilangin jerewi emang bukan ahlinya.

Jadi kesimpulannya, buat kamu yang lagi merasa kulitnya kering perlu belaian eh pelembab gitu. Aku bisa katakan coba lah produk ini. Kalian bisa coba yang travel size aja kalau takut gak cocok,harganya under 50 ribu juga sepaket dapat 3 produk kecil-kecil gitu.

Akhir kata, ini hanya review dari saya yang masih amatir menulis tapi semoga dapat membantu ya teman temanku. Kalau soal pelembab merk lain, saya hanya nyoba 2 produk lainnya yang berbentuk cream jadi gak bisa jadi pembanding yaa. Have a nice day, ladies :)

NB : Maaf ya, kalau hasil fotonya tidak blogable hihi 


Liliana
Die Fans of Hadalabo Lotion
"simply thing about kualitas and kuantitas"

Akhir akhir ini disibukkan dengan urusan blog. Lebih tepatnya memikirkan mau nulis apa. Banyak ide yang bermunculan baik dibentuk maupun tiba tiba seperti ingin kembali menceritakan tentang kkn, sedikit curhat masa skripsi dan post graduate, hingga review beberapa produk skin care. Saking banyaknya yang diramu, bukan malah segera di eksekusi tetapi malah hanya melayang layang di fikiran haha. Dibalik keinginan untuk kembali menulis tema tema tersebut, muncul juga keinginan produktif menulis. Ada rasa gatal ingin nulis sesuatu tapi bingung mau menulis yg apa dulu. 

Dengan jadwal one day one post, yang pastinya akan semakin menantang dan mungkin akan ada beberapa post yg alakadarnya dan random, ya begitulah, dilema antara mementingkan kualitas apa kuantitas. Kualitas menulis dengan post yang menarik atau kuantitas post agar blog ini rame. Dan seperti yang kamu fikirkan post ini adalah post kuantitas ya, guys hahaha

btw, kuantitas dan kualitas sebenarnya banyak kita temui dalam permasalahan hidup kita mulai dari yg skala nya urusan diri sendiri sampai urusan masa depan hihi.Hanya sekecil masalah lipstik. Ada yang memilih beli lipstik beraneka ragam warna, lengkap dari berbagai turunan warna, texture, dan merk. Tapi ada juga yg suka beli lipstik high end yg super pigmented hingga keakar-akar. Permasalahan hubungan antar sesama juga tidak terlepas dari 2 hal ini. Memilih buaaaaanyak teman atau memilih memiliki ikatan teman yg lebih intim. Kalo bisa sih dua duanya yaaa. Tapi di kehidupan real banyak ditemui, orang yang punya banyak temen tapi ga selalu bisa intim ke semuanya. 

Kemudian yang statusnya agak penting yaitu masalah karier. Yaaaaa sini juga belum nyemplung kedalam dunia karir sesungguhnya, tetapi sepamahaman saya. Ada yang mengasah beberapa skill tetapi ada juga yang fokus untuk mendalami kualitas. Ya begitulah namanya hidup, selalu ada pilihan.

Mau kualitas atau kuantitas, sesuaikan dengan kebutuhan. Tapi ya kalo bisa, tetap menjaga kualitas dan mengejar kuantitas,hahaha
MMT Kebanggan Kelompok

Jumat, 8 Januari 2016

Hari ini adalah hari pertama kami resmi KKN. Hari ini juga kami yang memulai garis start dan jalan berbeda akhirnya berada di titik temu bersama (minus Saga yg masih perjalanan).

Upacara penyambutan dari pihak kantor Desa akan dimulai pagi ini.
Terik Matahari diam-diam masuk melalui jendela dan celah ventilasi ruang belakang. Menampakan pemandangan gudang yang kami tiduri semalam. Tampak partikel debu halus yang menghiasi ruangan. Sleeping bag dan selimut masih berserakan. Enggan rasanya keluar dari sleeping bag yang menggantikan kasur kami. Kantong mata masih menggantung, suara serak, dan rasa capek masih terlihat jelas. Kami belum siap rasanya untuk mengumpulkan semangat.

Aldo ; salah satu anggota geng motor dari Solo. Pagi ini wajahnya tak seceria saat bertemu di upacara pelepasan. Wajahnya merah terbakar oleh terik matahari tiga pulau. Wajahnya pun tak bisa membohongi rasa capek yang luar biasa ditampungnya. Badannya tak sesegar biasanya. Perjalanan dari Solo menuju Lombok, membuat punggungnya keselo atau salah urat.

Keadaan semakin siang semakin ramai. Berapa anggota sudah mulai mondar mandir keluar masuk ruangan. Bergantian menggendor pintu kamar mandi yg hanya satu di Balai Desa. Beberapa anggota lainnya mencari alternatif lain dengan mandi di tetangga, di Madrasah atau di masjid.

Saya memilih mandi di masjid dekat SD Malaka 1 yang kemarin saya gunakan. Kali ini, ditemani celotehan adik-adik SD yang terdengar dari bilik kamar mandi dan juga suara gemuruh ombak pantai.

Handuk sebagai hiasan jendela

Kami berkumpul di ruangan pertemuan atau ruang tidur yang para cewek gunakan semalam. Kursi terusun melingkar menghadap Pak Muhdin.

Pak Muhdin adalah sekretaris Desa Malaka. Beliau yg membuka upacara penyambutan ini karena Kepala Desa Malaka sedang menjalankan ibadah umroh. Pak Muhdin sangat humoris beberapa kali beliau mengajak kami bercanda sambil mencairkan suasana.

"Wah nanti bisa bantu saya urus administrasi Desa"

"Mantap nanti bisa ajari kami"

Begitu kurang lebih reaksi Pak Muhdin ketika kami memperkenalkan diri. Pak Mudhin tertarik dengan kami yang menurut beliau berpontensi membantu desa. Basically, kami beranggotakan mahasiswa Administrasi Negara dan Perencanaan Wilayah Kota yang cukup suitable membantu pekerjaan di Balai Desa. 

Satu ciri khas dari Pak Muhdin adalah kata mantapnya yang sering diucapkan.
"Mantap..." dan kemudian tepuk tangan.

Setelah ramah tamah perkenalan, resmilah kami menjadi warga sementara Desa Malaka.

Kami pun menyebar, ada yang masih melanjutkan sesi ngobrol bersama Pak Muhdin dan perangkat desa, ada yang sibuk membedah muatan, ada yang mulai membersihkan ruangan, ada yang beli makanan, ada pula yang bingung mau ngapain.

Beberapa teman membersihkan ruangan gudang dan pertemuan atau ruang tengah. Memindahkan barang yang dirasa tidak dipakai, menggeser papan, memindahkan buku. Nantinya gudang akan menjadi kamar cowok dan dapur sedangkan ruang pertemuan atau ruang tengah menjadi kamar cewek. Oya, disini tak ada kasur, hanya ada karpet serbaguna yang bisa jadi kasur, alas duduk, dsb. 

Tikar Multifungsi jadi alas tidur, alas makan, dsb


Pemandangan gudang dari ruang tengah

Setelah bercengkrama dengan debu. Para lelaki muslim bersiap untuk Jum'atan. Dan para wanita mulai mendekatkan diri satu sama lain. Saya, Dini, Yudha, Paul, Aldo, Hilda berinisiatif untuk keliling Desa. Kami berjalan menuju SD Malaka 1 yang katanya dekat dengan pantai.

Di tengah jalan kami bertemu dengan anak-anak, tak lupa kami menyodorkan hp dan, SELFIE! Walaupun kami belum mengerti bahasa sasak, tetapi anak-anak tersebut dengan mudah tertawa bersama.
Sekitar 10 menit atau kira-kira 500 meter, kami sudah sampai di Pantai Pandanan!!! 

Selfie pertama dengan local wisdom<3


Pantai yg tenang dengan ombak yang bersahabat pasir putih.. ah kami tidak tahan untuk segera menghampiri dan menyapa! Saya langsung jatuh cinta dengan pantai ini. Ombaknya bersahabat, airnya biru bersih, pasirnya putih,dan masih sepi. PAKET LENGKAP! (Next saya akan post ttg Pantai ini)

berasa kaya di walpaper Windows
TERBAYAR LUNAS!

Beberapa teman menyusul untuk menikmati pantai pertama ini. Dan kemudian kami berkeliling desa untuk menikmati real Malaka. Menikmati suasana dengan menyapa inaq (bahasa Sasak untuk Ibu), anaq (bahasa Sasak untuk Bapak), dan duduk di Berugak (gazebo khas Lombok). Rasa lelah dan kurang tidur seakan hilang disapu semilir angin siang itu. Kami mengobrol tentang keadaan Desa, berjalan menusuri kebun kelapa, dan...... bermain di pantai.

Jalan besar di depan posko
Ciblon di Pantai Pandanan
Pantai Pandanan, Desa Malaka, Lombok Utara
My First Love in Lombok

Hari pertama di Malaka, kami ber-24 habiskan menikmati sunset di Pantai Pandanan, bermain air yang tenang, sepoi angin Berugak, dan kembali tertidur bersama di Balai Desa Malaka. This is our first day in Lombok!

-ditulis sambil mengingat semilir angin Pantai-
Liliana

Yeeeey!!!
Akhirnyaaaaa setelah hiruk pikuk kegiatan pra KKN dan sekelumit administrasi pemberangkatan. Akhirnya kita berangkat juga......

Kelompok saya emang agak hipster gak kaya kelompok lain yang mana mereka berangkat bareng2. Ada 4 tim yang dibagi dalam kelompok saya, ada yang naik pesawat, bis, kereta, dan ada yang naik sepeda motor.

Iya naik motor dari Solo ke Lombok. Iya.

Kami memang sengaja membagi transport demi kepentingan dan kenyamanan bersama. Rencananya, Kami membawa 5 motor karena di Lombok tidak ada transport pribadi. Dan melihat program kami yang harus mondar mandir, bawa ini bawa itu, kesana kesini, akhirnyaaaaaa Aldo, Chandra, Ridho, Khoir merelakan punggung mereka ngelu selama tiga hari perjalananan. 

Dan motor sisanya, dipaketkan sampai banyuwangi dan siap dikemudikan oleh tim kereta. Lalu barang-barang kami seperti perkakas, buku donasi, dan kebutuhan kelompok lainnya dibawa oleh Tim Bus sampai Lombok.

Jadi begini alur transport kelompok kami, rencananya :

-Tim Motor : Aldo-Chandra, Ridho-Khoir berangkat Selasa 5 Januari. (Perkiraan sampai hari Kamis)
- Tim Kereta : Yudha, Pukon, Mirza, Dini, Alif, Hilda. Berangkat tanggal 6 Januari dan turun di Banyuwangi untuk ambil paket motor dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Lombok bersama Tim Motor. 
- TTim Pesawat : Saya, Ervan, Paul, Pram, Rapon, Ika, Srimul, Jojo, Nuke. Tim paling eksklusif (keliatannya) tapi aslinya.....hmmm
Rencananya tim pesawat ini akan dijemput oleh tim motor karena perkirannya tim motor+kereta akan tiba duluan.
- Tim Bis : Fadel, Fahrul, Gilang, dan barang-barang kelompok. Rencananya sih akan dijemput oleh tim Motor karena emang diperkirakan tim ini paling terakhir datangnya.

Dan...the only one anggota kelompok kami, Saga. Naik pesawat sendirian di hari Kamis (Perkiraan sampai di Lombok, Jumat)

Ya semua ini demi KKN yang ena ena.

Terima kasih untuk teman2 yg rela boyoknya gak karuan karena naik motor Solo-Lombok dan Banyuwangi-Lombok karena motor mereka menjadi barang tersier dan paling dicari-cari di Kelompok kami. 
Tim Eceran Premium di Bandara Juanda 

Nah giliran saya sebagai anggota tim Pesawat untuk bercerita bagaimana perjalanan eceran kami

Kami berangkat Rabu malam menggunakan bis tujuan Surabaya. Kira-kira, Jam 3 pagi kami sudah sampai terminal Purbaya dan melanjutkan ke Bandara Juanda.
Kita kepagian karena flight kita jam 10. Alhasil kami harus nge-gembel di emperan bandara. Mulai dari tiduran ditemani Lalat bandara, ngecharge HP gantian karena keterbatasan stop kontak, makan snack, dan berbuat iseng lainnya.

Rapon adalah orang yang paling gembira dan gak sabaran karena ini adalah pengalaman pertama naik pesawat -_- (Rapon : cowo yg pake topi)
Penampakan Tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno) dari atas (ig @jodiamelina)
Welfie dululah biar gak panik


Surabaya-Lombok (Praya) menghabiskan waktu 1 jam di udara. Kecapean kita terbayar oleh pemandangan atas Pulau Lombok dan Tiga gili! 
L-O-M-B-O-K, bokkkk 💜

And......here we are, Lombok!
Mennn kita sampee Lombok meeeen
Sesampainya di BIL (Bandara International Lombok) kami langsung kabar kabari sanak saudara dan cek kondisi situasi. Kami masih jetlag dengan jarak waktu 1 jam beda dengan Solo.

Ternyata tim pesawat yang harusnya dijemput oleh tim motor, harus puter akal lagi karena tim motor+kereta baru sampai di pelabuhan Lombok.

Kamipun mencari tranpsort menuju Desa KKN kami, Malaka, Pamenang. Jika menggunakan bis Damri kami hanya bisa sampai Senggigi sedangkan desa tersebut masih jauh...(thats why I called us, Eceran Premium)

Pilihan kami jatuh di mobil sewaan bersama bapak Sopir. Itung-itung buat memperkenalkan kami di Pulau cantik ini. Kami menyewa dua mobil. Mobil saya penuh dengan sharing bahasa Lombok, dan saya suka obrolan ini!
Menerjang Hujan pertama di Lombok


Kami mampir sebentar untuk makan siang Ayam Taliawang, makanan khas Lombok, dan kami mendapati hanyalah Ayam Goreng dan Sambal, entah kami yang tidak tau atau warungnya yang meminimaliskan menu. 

Setelah santap siang, kami lanjutkan perjalanan kami dengan ditemani hujan pertama di Pulau Lombok. Kami curi curi waktu untuk menepi sebentar melihat pemandangan Pantai Senggigi dan Bukir Malimbu yang rame orang. Desa kami kira-kira 45-60 menit dari Senggigi. 
Mlipir nongkrong bentar di Senggigi



Wajah over bahagia sampai di Lombok

Setelah kami berhenti beberapa kali untuk tanya. Syukurlaaah..sampai juga kami di rumah kami 45 hari, Balai Desa Malaka, Pamenang, Lombok Utara. 

Keadaan balai desa saat itu masih asing. Sepi. Depan Balai Desa adalah jalan besar yg bisa dihitung hilir mudik kendaraannya. Dan kami adalah tim pertama yang sampai di Balai Desa. 

Kami mulai bergegas untuk bersih-bersih. Keadaan Balai Desa awal datang masih belum homey dan disebut tempat tinggal. Lampu kamar mandi pun tak ada. Ika, sempat membersihkan kamar mandi terlebih dahulu. 
Beberapa omongan muncul, untuk pindah, untuk merengek meratapi keadaan, untuk menyesali kekurangan informasi dari Ketua, yaa intinya ada rasa kurang puas di awal. Namun kami diam sejenak dan menunggu tim lainnya.
First time sampai Balai Desa. Komuk!!

Pelangi Sore itu (diambil oleh Tim Motor)


Saya dan Nuke mencoba jalan menuju sekolah (asal rekomendasi tetangga yg tiba2 mampir) untuk mencari tempat mandi alternatif. Kami mandi di Masjid. Bertemu dengan Ibu-ibu, kemudian bercerita. Kami disambut dengan sangat ramah.

Setelah bersih-bersih badan. Magrib, Tim motor+kereta datang dengan wajah lepek dan sayu. Tak ada pilihan lain kami pun memilih untuk tidur di balai desa malam itu. Kami menggelar sleeping bag seadanya di ruangan gudang belakang. Berteman debu dan barang-barang lainnya yang tak teratur. Ada ruangan luas bersekat tembok, kami gunakan itu sebagai kamar cowok dan cewek. Kami tidur layakny ikan pindang sambil diam diam berdoa agar besok kami semangat lagi dan berharap kami pindah atau setidaknya nyaman.

Saya tiba-tiba terbangun bersama Srimul dan Nuke, Jetlag. Kami mengira sudah subuh. Eh ternyata masih jam 12 malam.

Saat itu, dini hari, tim bis datang.

Saya ingat jelas wajah Ridho dan Fahrul menawari saya makan jam 12 malem. Di emperan Balai Desa. 

Selamat Malam, Malaka.....sampai jumpa esok hari, we're ready, be nice yaa 🌜🌜🌜🌜🌛🌛🌛🌙🌙🌙


Sebelum saya menceritakan yang ena-ena. Marilah kita nikmati pahitnya

KKN Mandiri sangat lekat dengan usaha mandiri mencari dana. Entah itu dana usaha, sponsor, atau donatur. Tim KKN saya pun juga melakukan hal yang sama.Untuk menjalankan program KKN yang lancar dan nyaman. Mengingat bahwa pengeluaran program kami membengkak, maka kami mengumpulkan tenaga untuk menggalang dana usaha dan mencari sponsor. Untuk program KKN di bulan Januari-Februari, mungkin kami telat mengadakan dana usaha pada bulan Oktober.

Awalnya kami hanya menjual kembali risol coklat yang diambil dari pengkulak. Hanya sebatas berjualan antar teman di fakultas masing-masing. Yang berujung dengan donasi alias membeli sendiri dagangan sendiri. Untungnya tidak seberapa, malah kantong semakin menipis karena tak kuat melihat godaan dagangan sendiri. Hmm kali ini rumput rumah sendiri lebih hijau men!

Penjualan risol coklat di beberapa fakultas di kampus pun masuk dalam masa “gak ada yang mau order lagi”. Menyamakan dengan teman KKN lainnya, kami ikutan jualan di Car Free Day Surakarta.
Suatu pagi, tim kami yang harusnya 24 orang lengkap, hanya berapa persen saja yang nongol. Jika tim KKN mu seperti ini? tenang itu hal yang lumrah, sudah jangan terlalu difikir nanti bikin dongkol hahaha. Sebelumnya, kami telah ditugaskan untuk membawa beberapa macam makanan dan minuman. Menu utama tetap! Risol Coklat!

Saya dan teman kkn saya, Anisa Jodia berencana membuat spageti. Sudah membawa peralatan memasak, eh kompor gas yang dibawa ternyata gak bisa dipake. Bahkan sempat direparasi di tempat tetapi tidak bisa malah membuat bau gas. Alhasil, demi keselamatan kami menumpang memasak di tim KKN tetangga yaitu KKN Belitong. Nah, interaksi dan kerjasama antar tim KKN Mandiri sangat diperlukan dikala danusan gini, guys.

Setelah makanan siap, saya dan tim marketing ala ala (Gilang dan Ridho) menjajakan risol coklat dan spageti di sepanjang jalan slamet riyadi. The Power of kenalan dan pura-pura kenal. Risol Coklat ludes habis berkat bujuk rayu saya ketika bertemu dengan mbak-mbak yang sebenarnya saya pun tak mengenalinya. Embel-embel satu kampus, FISIP. Akhirnya si mbak bersimpati dengan membeli risol coklat. Alhamdulillah

Banyak laba nya gak sih? sebenarnya dalam program danusan ini, ketua saya Ridho tidak mengharapkan income yang banyak. Hanya sebagai ajang kedekatan tim, katanya. Dan, saya amini itu. Karena dengan program danusan ini, kami setim akhirnya bisa ketemu dan saling kenal. Dan, kalo dihitung-hitung laba danus tidak seberapa bahkan mendekati rugi kali ya hahaha

Kenapa gak bikin makanan sendiri sih? kumpul 24 orang lengkap aja tidak mungkin terjadi sebelum KKN, apalagi bikin makanan sendiri. Kami berasal dari 9 fakultas UNS yang pastinya mempunyai kesibukan yang aduhay. Pernah sih, saya coba membuat Oreo goreng tanpa trial. Langsung saya masak di TKP. Dan hasilnya? seperti tetelan / gajih. Bodo amat deh, mending jualan risol coklat aja. Hahahaha

Nah, dari semua jualan, yang paling laris manis adalah jualan baju preloved atau second stuff. Kami berjualan di alun-alun kabupaten Karanganyar setiap Minggu malam. Jaraknya cukup jauh, apalagi dengan membawa bungkusan plastik besar. Tapi, setiap pulang kami bisa mendapatkan lebih dari 200 ribu. Modal awalnya pun 0, karena hanya mengandalkan pakaian lama. Dari sini, kami belajar nahan malu jualan di emperan alun-alun sambil teriak-teriak dan nahan harga kalo ditawar habis-habisan sama Ibu-Ibu. Nah, raut wajah bahagia pembeli setelah mendapatkan barang kesayangan kami pun ajdi obat pelipur lara. Harganya memang tidak seberapa, tetapi mengikhlaskan sesuatu yang menyimpan banyak kenangan dan melihatnya membuka lembar kisah baru itulah yang priceless.

Saya salut buat teman-teman KKN tetangga yang rajin mengadakan danus, membuat danus yang kreatif seperti katering diet mayo, membuat boneka wisuda, ikut event, membuat roti, dan lain-lain. Namun, semua itu kembali lagi pada tim KKN kalian masing-masing, kalau memang ada waktu ya lakukan. Tapi kalau tidak, mending fokus dengan persiapan program.

Ohya, alhamdulillah tim saya mendapatkan Sponsor. Teman-teman KKN lain pun juga banyak yang mendapatkan baik itu fresh money atau barang dan jasa. Nah, menurut saya pribadi nih, mending kejar sponsor deh. Karena dengan program yang kita kemas, perusahaan bisa tertarik dan kita pun juga semangat buat ngerjain.

Intinya, kegiatan dana usaha itu sebenarnya lebih dari sekedar mencari uang tetapi ajang kedekatan antar anggota tim. Dengan danus ini, saya jadi menemukan bakat memasak ditim saya, saya menemukan Sri Mulyani!! Saya juga mengenal satu sama lain dengan kegiatan ini, yang sebelumnya belum pernah ketemu, gak inget namanya bahkan sampai saya harus melihat grup Whats App untuk tahu namanya, saya yang sebelumnya menutup diri alias pasif dari kegiatan kkn akhirnya jadi cebur langsung dan nyelem bareng di setiap kegiatan KKN. Danus juga salah satu cara saya mengenal watak satu sama lain sebelum hidup bersama, yaaaa benar kan, sedia payung sebelum hujan. Ah tapi setiap orang selalu berubah, dear~

Oke, jadi buat teman-teman yang sedang merancang mau danusan apa, carilah yang simpel dan tidak memberatkan kalian dan tim. Ingat juga tentang hakikat danus sesungguhnya. Rekomendasi saya, coba jual barang preloved. Lakukan apa yang kalian suka jangan berlandaskan keterpaksaan ya, selamat mencoba!

Iis
-yang suka teriak-teriak kalo jualan dan bikin rusuh grup buat danusan-


“KKN Luar Jawa? Mau piknik?”

Salah satu celetukan yang paling sering diomongkan ketika saya menyebutkan lokasi KKN saya. Saya mahasiswa akhir dari Universitas negeri di Solo memang diwajibkan untuk mengikuti KKN atau Kuliah Kerja Nyata selama 1,5 bulan yaitu pada periode Januari-Februari. Dari kampus memberikan pilihan untuk KKN sesuai daerah pilihan kampus atau KKN dengan pilihan daerah sendiri (KKN Mandiri).

Entah kesambet apa, ketika ditawari KKN Mandiri di Lombok, saya langsung mengiyakan walaupun beberapa pertimbangan langsung mengikuti keputusan ini. 

Sebagai salah satu resiko mengambil KKN Mandiri adalah persiapannya yang lebih lama dan lebih ribet. Bagaimana tidak, kita harus memikirkan dana tambahan selain dana program dari kampus. Tidak mungkin kita hanya mengandalkan dana kampus, gitu sih idealis awal pra-KKN. Kita juga harus survey lokasi KKN, mengurusi perijinan dan segala buntut administrasi. Bagi para pejuang KKN Mandiri, apapun akan dilakukan deh demi KKN.

Lalu kenapa saya memilih jalan yang ribet untuk KKN kalo fasilitas dari kampus saja sudah rapi di depan mata? Menurut saya, mumpung saya ada waktu untuk melihat lebih jauh ke luar, mumpung saya masih punya waktu untuk mencari hal yang baru, mumpung saya masih muda, mumpung, mumpung, dan mumpung.

Kalo soal biaya memang sih agak membengkak di transport apalagi yang keluar Pulau Jawa. Tetapi menurut saya persiapan yang hampir setahun cukuplah untuk menutup biaya perjalanan. Biaya transport pastilah sudah dipertimbangkan di awal ketika memilih lokasi KKN. Bagi yang hidup dan besar di Pulau Jawa pastilah merasakan lebih nyaman dan lebih banyak fasilitas yang ada, ya walaupun juga banyak daerah yang masih belum terjangkau. Tetapi tidak ada salahnya mencoba melihat apa yang berbeda di luar sana. Percayalah, tidak mengecewakan!

Saya mendapatkan banyak pengalaman yang baru berkat keluar dari zona aman ini. Pengalaman berada di daerah yang mempunyai selisih waktu, bahasa yang berbeda, dan tentunya hal-hal yang biasa kamu dapatkan di rumah tetapi tidak kamu dapatkan di sana. Kalo kata grup band Banda Neira, "berjalan lebih jauh, menyelam lebih dalam".

Bicara secara umum tentang KKN. Sempat saya berada di obrolan paska KKN dengan teman-teman saya yang dari KKN Reguler maupun KKN Mandiri. Kami bersepakat KKN itu penting. Gak munafik, saya awalnya males-malesan untuk ikut KKN ini, bahkan saya pernah memaki seandainya KKN itu gak wajib saya gak akan ikut KKN. But, We see ya. Saya termakan omongan saya sendiri.

KKN itu mempunyai esensi sendiri. Bagi saya, KKN itu mengupgrade diri atau mengasah soft skill mu, sedangkan Magang atau PKL itu mengasah hard skill kamu. Di KKN kamu belajar bagaiman beradaptasi, bagaimana kamu secara langsung terjun ke permasalahan masyarakat,dan bagaimana kamu menghadapi hidup berkeluarga, esok hari. KKN itu sebagai tolak ukur seberapa bisakah kamu beradaptasi dengan hal baru, mengahdapi masalah yang nyata, “berkeluarga”, dan tentunya bagaimana kalian menghadapi hari-hari yang diluar prediksi, meninggalkan kenyamanan rumah, fasilitas orang tua, dan tentunya idealis.

Bagaimana tidak, saat KKN barangmu adalah barang temanmu, kamu tidak hanya memikirkan bagaimana kamu hidup tetapi juga teman kamu. Hukum karmanya, kamu egois, kamu akan mati cepat. Saya merasa lebih menjadi istri-able saat KKN. Sedikit curhat nih, saya lebih aware terhadap urusan dapur. Sebelumnya saya masa bodoh, makan juga kalo udah lapar, makan juga gak mikirin temen. Eh, di KKN mau makan sendiri pun rasanya tak enak. Ya, walaupun akhirnya hukum rimba SDM atau Selamatkan Diri Masing-masing menjadi panutan.

Oya! KKN juga mengajarimu soal survive. Contoh kecilnya adalah bagaimana kamu bisa hidup tanpa sinyal 3g atau bahkan tidak ada sama sekali. No problem! put your smartphone down! banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan selain ngeliatin layar HP. Ya, saya kemarin sempat curi-curi waktu buat update. Dan kebetulan, saya gak ada sinyal, gak rajin update, dan smartphone saya rusak jadi ya...nikmatin aja!

Jadi, buat teman-teman yang dirundung kegalauan untuk mengikuti KKN atau tidak. Saya merekomendasikan dengan sepenuh hati, KKN lah! Sudah cukup teori yang kalian dapatkan di bangku kuliah itu, mari berteman dengan alam dan hidup yang sesungguhnya dengan apa yang kalian punya. Entah KKN kalian jauh atau dekat yang terpenting adalah kontribusi kalian, jadi nikmatilah! Indonesia masih luas dan kalian masih bisa mengeksplore mana saja dan kapan saja.

Selamat Mengabdi!

Sebagian dari 24 orang
Kiri ke Kanan atas (Yudha, Saya, Khoir, Alif, Paul, Pram, Umi, Fadel, Chandra, Saga)
Kiri ke Kanan bawah (Furqon, Aldo, Ervan, Hilda, Gilang, Rapon)

Liliana Isnaini a.k.a iis
-anggota (hiburan) KKN DESA MALAKA 2016

Terkadang, perasaan itu seperti ilalang
Kita biarkan saja, dia akan tumbuh
Kita rawat pun malah semakin menjadi
Bisa menganggu dan bisa tidak
Ya begitulah
Yang sulit ketika kita ingin mencabutnya
Jangan hanya setengah-setengah
Harus sampai ke akar
Dan hati-hati kalau tumbuh lagi
Ya seperti itu lah perasaan
Terkadang seperti itu

Biarkan saja

Pastinya dia akan layu

Mari kita mengobrol
Satu topik
Hingga bisa berantai
Mungkin saja kamu bisa mengingat
Sesuatu yang kamu lupa
Atau kamu terlupa oleh sesuatu yang kamu ingat
Sederhana saja
Duduk bersama
Tak usah ada perantara
Biar semua alamiah
Sebelumnya akan ku siapkan topik
Jika kau tak suka lewati saja
Bukankah mengobrol itu menyenangkan
Seperti kamu melepas semua masalahmu
Pertemuan antara empat bola mata memang mengesankan ya
Kata orang, cinta pandangan pertama
Tapi juga bukan yang pertama, karena terlalu sering merasakannya

Tapi, seminggu yang lalu memang pertemuan pertama
Dengan orang yang tak dikenal
Tetapi teman saya kenal

Kita memang tidak secara langsung bertatap, masih ada perantara kacamata bingkai hitammu
Yang sangat serasi dipadankan dengan kemeja batik rapimu
Sangat eye catching buatku
Yang saat itu seadanya saja
Membawa sekotak risol coklat

Ya siang itu di acara wisuda

"Untuk KKN kan?" katamu sambil membuka tas dan memberikan beberapa lembar sembari masih berkata "maaf ya cuma ada segini"
dan menolak untuk mengambilnya.
Katamu "buat temen-temen aja"


Mungkin bagimu tak seberapa
Tetapi buat saya, berarti. Bahkan ketika kamu tersenyum, rasanya seperti risol coklat yg baru digoreng. Meleleh haha

Ya walaupun kau tak sempat mencicipi risol coklatnya, tapi insya allah suatu saat nanti kau akan merasakan betapa lumernya coklat didalamnya, Wahai Mas Donatur Risol Coklat

Dari
Penjual Risol Coklat di Konvoi Wisuda
Kisah ini datang kembali
Saya masih menjadi peran utamanya
Tapi bukan target utamanya
Jelas. Yang terkasih pun berbeda
Tapi sinopsis ceritanya sama
Seakan ini adalah jawaban disetiap pertanyaan
Disetiap rasa sehabis meneguknya

Jika menyukaimu adalah melihatmu bersamanya
Saya lebih baik tidak memperjuangkannya
Karena saya tidak berubah
Untuk tetap memilih orang yang bisa saya harapkan


Post kedua dan ini adalah post yang berisi text dan gambar pertama kalinya di blog ini hehe. Saya sudah merancang tulisan ini sudah lama sekali danketika saya melihat sebuahpost foto di Instagram salah satu finalis Creation kemarin, saya tergugah lagi untuk menyelesaikan my review about my baby, Creation.
Kebetulan saya terlibat dalam kegiatan ini sebagai panitia. Kurang lebih 7 bulan, acara ini digodog oleh panitia. Dimulai dari merumuskan tema, merancang acara, hingga menjalankan acara-acara pre event.
Creation sendiri adalah program kerja dari HIMAKOM FISIP UNS yang sudah berjalan selama 2 tahun dan tahun ini adalah tahun ketiga. 
Belajar dari Creation tempo dulu banyak acara yang baru dan dikembangkan di Creation #3 ini. Creation #3 juga menggunakan gaya baru di ranah lomba perkomunikasian yaitu menyelenggarakan kompetisi IMC.
Yap, jarang sih ada lomba IMC jadi ini adalah suatu ciri khas dari Creation #3. (moga saja menjadi paten untuk Creation ya hehe)
Karena saya menjadi humas di acara ini, jadi kerjaan saya cuma ngupdate, ngetweet, sok hore dan bla-blanya. Senangnya sih bisa Roadshow kemana-mana. Susahnya, kalo susah sinyal hehe. Di humas saya ditemani oleh beberapa sodara sodara humas lainnya, salah satunya adalah Himas- teman humas yang membantu dari nangis sampe ketawa. Bekerja dengan doi selama berbulan-bulan itu berasa kaya jadi anak SMA. Karena dia so young banget jadi berasa young juga. Roadshow bareng ke jogja, foto-foto di Bandara (maaf katrok haha), dan kedinginan kehujanan menuju Solo. Himas ini orangnya gaul banget, update terus, dan bisa diajak sedih senang dalam waktu bersamaan. Gak nyesel lah saya ambil dia jadi teman hidup kehumasan saya. hehe Saya sama doi udah kaya temenan udah bukan partner kerja, mungkin karena sering nge PING, sering rasan-rasan, dan sering curhat jadi bikin kita kaya kembaran gitu ya. hahaha

Suatu hal harus ada targetnya kan? yep, itu yang selalu saya paku di prinsip saya. 
Alhamdulillah peserta kompetisi sesuai dengan target bahkan melampui. Finalis yang terpilih juga semua lucuk-lucuk, ada dari UNS, UNPAD, UAJY,UNAIR, dan UMY. New friends! senang sekali bertemu mereka semua. Dengan background kampus yang berbeda mereka menambah ilmu dan atmosfer yang menyenangkan di CREATION
Walau mereka sudah menjadi pensiun di Creation #3 tapi mereka tetep keep in touch lho, baik di Instagram maupun di dunia chat. Contohnya nih, mereka buat grup line lucuk antar finalis Creation. hahaha
dan, saya berharap kita bisa bertemu di event selanjutnya lagi ya, gengs!
Banyak kejadian kejadian momenable yang unforgetable juga dari mereka.
Contohnya nih, tim UNPAD yang naik mobil carry bapak saya dan kelupaan naikin handremnya, dan otomatis jalannya jadi lama banget. Dan mereka berhasil ngejalanin mobil dengan kondisi kaya gitu dari UNS sampe pasar gede. Hebat dan Ngeri! hahaha Alhamdulillah mobil bapak saya aman-aman saja
masih mobil yang sama, tim UNAIR juga merasakan "momenable with carry(on)" Jadi ketika mereka mau ke kampus FISIP UNS, sang driver yaitu Bagas lupa memasang Safety Belt. Dan, tanpa diduga, ternyata di deket kampus sedang ada Razia. Bagas yang mengira itu hanya untuk sepeda motor, kaget juga ternyata kena surat tilang.

Kemudian, salah satu tim UMY yang kekunci di kamar mandi hotel. Namanya Nisa, dan dia harus bersabar menunggu pintu kamar mandi terbuka. Padahal udah digobrak-didorong dicongkel tapi pintunya masih aja bandel. btw, makasih tim UMY yang sudah buat saya baper dan curcol di hotel. hahaha
anak UAJY nih, dengan LO yang rumpik, mereka udah jadi kaya kakak adik sama LO nya. Memanfaatkan kesempatan, LO nya yang penjual mahkota bunga dan gelang-gelang, buka lapak di Creation. "Creation bermanfaat buat semua pihak" hahaha.Berjuang di rumah sendiri membuat UNS sepertinya mau besanan sama anak UMY, haha. senang sekali melihat para finalis yang saling bercengkrama satu sama lain.
Banyak kejadian-kejadian lucu  di Creation yang gak mungkin saya tulis disini karena nanti akan menjadi official blog nya Creation Festival nih. hehe

So, saya dari hati terdalam mengucapkan terima kasih kepada para pihak yang membantu terselenggarakannya creation Festival #3 parasponsor, para media partner dan community partner, para pembicara dan juri yang luar biasa kerennya se Bumi. 
Terima kasih juga para peserta seminar dan finalis yang sudah mengHorekan mengHipHipHura-kan Creation, btw buat para finalis dan yang sudah mendaftar Creation Festival walaupun belum lolos walaupun belum bisa jadi pemenang, kalian tetap terbaik kalian tetap lebih ke depan dari tema-teman kalian, karena kalian berani untuk tampil dan berani untuk mengahadapi yang namanya Deadline, Brief, Juri, dan rintangan-rintangannya lain. Take a bow for you guys

Dan, saya ucapkan kebanggan dan standing applause untuk panitia, yang sudah merumuskan berbulan-bulan yang sering kali bergejolak dengan ego, waktu, dan kesibukan lainnya. 
Akhirnya our baby, yang udah bikin Saum khwatir dan lelah seperti hayati, Sufi yang sampe ngedrop tifusnya kumat tapi tetep jadi Ketua yang keren!, Della yang ribut soal angka-angka, Anggi dengan proposalnya yang ajaib, mbak diva dengan arek-areknya yang stay di pagi hari, enjik dan edith yg ga melupakan setiap momen denganMerelakan waktu dan tenaganya tanpa ada sepersen yang didapatkan tapi Insya Allah ada imbalan dari Tuhan Yang Maha Esa ya.
Semoga pahala, karunia, dan nikmat dunia akhirat akan dilimpahkan untuk kalian semua, Amiin..