Yeeeey!!!
Akhirnyaaaaa setelah hiruk pikuk kegiatan pra KKN dan sekelumit administrasi pemberangkatan. Akhirnya kita berangkat juga......
Kelompok saya emang agak hipster gak kaya kelompok lain yang mana mereka berangkat bareng2. Ada 4 tim yang dibagi dalam kelompok saya, ada yang naik pesawat, bis, kereta, dan ada yang naik sepeda motor.
Iya naik motor dari Solo ke Lombok. Iya.
Kami memang sengaja membagi transport demi kepentingan dan kenyamanan bersama. Rencananya, Kami membawa 5 motor karena di Lombok tidak ada transport pribadi. Dan melihat program kami yang harus mondar mandir, bawa ini bawa itu, kesana kesini, akhirnyaaaaaa Aldo, Chandra, Ridho, Khoir merelakan punggung mereka ngelu selama tiga hari perjalananan.
Dan motor sisanya, dipaketkan sampai banyuwangi dan siap dikemudikan oleh tim kereta. Lalu barang-barang kami seperti perkakas, buku donasi, dan kebutuhan kelompok lainnya dibawa oleh Tim Bus sampai Lombok.
Jadi begini alur transport kelompok kami, rencananya :
-Tim Motor : Aldo-Chandra, Ridho-Khoir berangkat Selasa 5 Januari. (Perkiraan sampai hari Kamis)
- Tim Kereta : Yudha, Pukon, Mirza, Dini, Alif, Hilda. Berangkat tanggal 6 Januari dan turun di Banyuwangi untuk ambil paket motor dan melanjutkan perjalanan ke Pulau Lombok bersama Tim Motor.
- TTim Pesawat : Saya, Ervan, Paul, Pram, Rapon, Ika, Srimul, Jojo, Nuke. Tim paling eksklusif (keliatannya) tapi aslinya.....hmmm
Rencananya tim pesawat ini akan dijemput oleh tim motor karena perkirannya tim motor+kereta akan tiba duluan.
- Tim Bis : Fadel, Fahrul, Gilang, dan barang-barang kelompok. Rencananya sih akan dijemput oleh tim Motor karena emang diperkirakan tim ini paling terakhir datangnya.
Dan...the only one anggota kelompok kami, Saga. Naik pesawat sendirian di hari Kamis (Perkiraan sampai di Lombok, Jumat)
Ya semua ini demi KKN yang ena ena.
Terima kasih untuk teman2 yg rela boyoknya gak karuan karena naik motor Solo-Lombok dan Banyuwangi-Lombok karena motor mereka menjadi barang tersier dan paling dicari-cari di Kelompok kami.
Nah giliran saya sebagai anggota tim Pesawat untuk bercerita bagaimana perjalanan eceran kami
Kami berangkat Rabu malam menggunakan bis tujuan Surabaya. Kira-kira, Jam 3 pagi kami sudah sampai terminal Purbaya dan melanjutkan ke Bandara Juanda.
Kita kepagian karena flight kita jam 10. Alhasil kami harus nge-gembel di emperan bandara. Mulai dari tiduran ditemani Lalat bandara, ngecharge HP gantian karena keterbatasan stop kontak, makan snack, dan berbuat iseng lainnya.
Rapon adalah orang yang paling gembira dan gak sabaran karena ini adalah pengalaman pertama naik pesawat -_- (Rapon : cowo yg pake topi)
![]() |
| Penampakan Tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno) dari atas (ig @jodiamelina) |
Surabaya-Lombok (Praya) menghabiskan waktu 1 jam di udara. Kecapean kita terbayar oleh pemandangan atas Pulau Lombok dan Tiga gili!
And......here we are, Lombok!
Mennn kita sampee Lombok meeeen
Sesampainya di BIL (Bandara International Lombok) kami langsung kabar kabari sanak saudara dan cek kondisi situasi. Kami masih jetlag dengan jarak waktu 1 jam beda dengan Solo.
Ternyata tim pesawat yang harusnya dijemput oleh tim motor, harus puter akal lagi karena tim motor+kereta baru sampai di pelabuhan Lombok.
Kamipun mencari tranpsort menuju Desa KKN kami, Malaka, Pamenang. Jika menggunakan bis Damri kami hanya bisa sampai Senggigi sedangkan desa tersebut masih jauh...(thats why I called us, Eceran Premium)
Pilihan kami jatuh di mobil sewaan bersama bapak Sopir. Itung-itung buat memperkenalkan kami di Pulau cantik ini. Kami menyewa dua mobil. Mobil saya penuh dengan sharing bahasa Lombok, dan saya suka obrolan ini!
| Menerjang Hujan pertama di Lombok |
Kami mampir sebentar untuk makan siang Ayam Taliawang, makanan khas Lombok, dan kami mendapati hanyalah Ayam Goreng dan Sambal, entah kami yang tidak tau atau warungnya yang meminimaliskan menu.
Setelah santap siang, kami lanjutkan perjalanan kami dengan ditemani hujan pertama di Pulau Lombok. Kami curi curi waktu untuk menepi sebentar melihat pemandangan Pantai Senggigi dan Bukir Malimbu yang rame orang. Desa kami kira-kira 45-60 menit dari Senggigi.
Setelah kami berhenti beberapa kali untuk tanya. Syukurlaaah..sampai juga kami di rumah kami 45 hari, Balai Desa Malaka, Pamenang, Lombok Utara.
Keadaan balai desa saat itu masih asing. Sepi. Depan Balai Desa adalah jalan besar yg bisa dihitung hilir mudik kendaraannya. Dan kami adalah tim pertama yang sampai di Balai Desa.
Kami mulai bergegas untuk bersih-bersih. Keadaan Balai Desa awal datang masih belum homey dan disebut tempat tinggal. Lampu kamar mandi pun tak ada. Ika, sempat membersihkan kamar mandi terlebih dahulu.
Beberapa omongan muncul, untuk pindah, untuk merengek meratapi keadaan, untuk menyesali kekurangan informasi dari Ketua, yaa intinya ada rasa kurang puas di awal. Namun kami diam sejenak dan menunggu tim lainnya.
| First time sampai Balai Desa. Komuk!! |
| Pelangi Sore itu (diambil oleh Tim Motor) |
Saya dan Nuke mencoba jalan menuju sekolah (asal rekomendasi tetangga yg tiba2 mampir) untuk mencari tempat mandi alternatif. Kami mandi di Masjid. Bertemu dengan Ibu-ibu, kemudian bercerita. Kami disambut dengan sangat ramah.
Setelah bersih-bersih badan. Magrib, Tim motor+kereta datang dengan wajah lepek dan sayu. Tak ada pilihan lain kami pun memilih untuk tidur di balai desa malam itu. Kami menggelar sleeping bag seadanya di ruangan gudang belakang. Berteman debu dan barang-barang lainnya yang tak teratur. Ada ruangan luas bersekat tembok, kami gunakan itu sebagai kamar cowok dan cewek. Kami tidur layakny ikan pindang sambil diam diam berdoa agar besok kami semangat lagi dan berharap kami pindah atau setidaknya nyaman.
Saya tiba-tiba terbangun bersama Srimul dan Nuke, Jetlag. Kami mengira sudah subuh. Eh ternyata masih jam 12 malam.
Saat itu, dini hari, tim bis datang.
Saya ingat jelas wajah Ridho dan Fahrul menawari saya makan jam 12 malem. Di emperan Balai Desa.
Selamat Malam, Malaka.....sampai jumpa esok hari, we're ready, be nice yaa 🌜🌜🌜🌜🌛🌛🌛🌙🌙🌙

0 komentar:
Posting Komentar