KKN: PROLOG

“KKN Luar Jawa? Mau piknik?”

Salah satu celetukan yang paling sering diomongkan ketika saya menyebutkan lokasi KKN saya. Saya mahasiswa akhir dari Universitas negeri di Solo memang diwajibkan untuk mengikuti KKN atau Kuliah Kerja Nyata selama 1,5 bulan yaitu pada periode Januari-Februari. Dari kampus memberikan pilihan untuk KKN sesuai daerah pilihan kampus atau KKN dengan pilihan daerah sendiri (KKN Mandiri).

Entah kesambet apa, ketika ditawari KKN Mandiri di Lombok, saya langsung mengiyakan walaupun beberapa pertimbangan langsung mengikuti keputusan ini. 

Sebagai salah satu resiko mengambil KKN Mandiri adalah persiapannya yang lebih lama dan lebih ribet. Bagaimana tidak, kita harus memikirkan dana tambahan selain dana program dari kampus. Tidak mungkin kita hanya mengandalkan dana kampus, gitu sih idealis awal pra-KKN. Kita juga harus survey lokasi KKN, mengurusi perijinan dan segala buntut administrasi. Bagi para pejuang KKN Mandiri, apapun akan dilakukan deh demi KKN.

Lalu kenapa saya memilih jalan yang ribet untuk KKN kalo fasilitas dari kampus saja sudah rapi di depan mata? Menurut saya, mumpung saya ada waktu untuk melihat lebih jauh ke luar, mumpung saya masih punya waktu untuk mencari hal yang baru, mumpung saya masih muda, mumpung, mumpung, dan mumpung.

Kalo soal biaya memang sih agak membengkak di transport apalagi yang keluar Pulau Jawa. Tetapi menurut saya persiapan yang hampir setahun cukuplah untuk menutup biaya perjalanan. Biaya transport pastilah sudah dipertimbangkan di awal ketika memilih lokasi KKN. Bagi yang hidup dan besar di Pulau Jawa pastilah merasakan lebih nyaman dan lebih banyak fasilitas yang ada, ya walaupun juga banyak daerah yang masih belum terjangkau. Tetapi tidak ada salahnya mencoba melihat apa yang berbeda di luar sana. Percayalah, tidak mengecewakan!

Saya mendapatkan banyak pengalaman yang baru berkat keluar dari zona aman ini. Pengalaman berada di daerah yang mempunyai selisih waktu, bahasa yang berbeda, dan tentunya hal-hal yang biasa kamu dapatkan di rumah tetapi tidak kamu dapatkan di sana. Kalo kata grup band Banda Neira, "berjalan lebih jauh, menyelam lebih dalam".

Bicara secara umum tentang KKN. Sempat saya berada di obrolan paska KKN dengan teman-teman saya yang dari KKN Reguler maupun KKN Mandiri. Kami bersepakat KKN itu penting. Gak munafik, saya awalnya males-malesan untuk ikut KKN ini, bahkan saya pernah memaki seandainya KKN itu gak wajib saya gak akan ikut KKN. But, We see ya. Saya termakan omongan saya sendiri.

KKN itu mempunyai esensi sendiri. Bagi saya, KKN itu mengupgrade diri atau mengasah soft skill mu, sedangkan Magang atau PKL itu mengasah hard skill kamu. Di KKN kamu belajar bagaiman beradaptasi, bagaimana kamu secara langsung terjun ke permasalahan masyarakat,dan bagaimana kamu menghadapi hidup berkeluarga, esok hari. KKN itu sebagai tolak ukur seberapa bisakah kamu beradaptasi dengan hal baru, mengahdapi masalah yang nyata, “berkeluarga”, dan tentunya bagaimana kalian menghadapi hari-hari yang diluar prediksi, meninggalkan kenyamanan rumah, fasilitas orang tua, dan tentunya idealis.

Bagaimana tidak, saat KKN barangmu adalah barang temanmu, kamu tidak hanya memikirkan bagaimana kamu hidup tetapi juga teman kamu. Hukum karmanya, kamu egois, kamu akan mati cepat. Saya merasa lebih menjadi istri-able saat KKN. Sedikit curhat nih, saya lebih aware terhadap urusan dapur. Sebelumnya saya masa bodoh, makan juga kalo udah lapar, makan juga gak mikirin temen. Eh, di KKN mau makan sendiri pun rasanya tak enak. Ya, walaupun akhirnya hukum rimba SDM atau Selamatkan Diri Masing-masing menjadi panutan.

Oya! KKN juga mengajarimu soal survive. Contoh kecilnya adalah bagaimana kamu bisa hidup tanpa sinyal 3g atau bahkan tidak ada sama sekali. No problem! put your smartphone down! banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan selain ngeliatin layar HP. Ya, saya kemarin sempat curi-curi waktu buat update. Dan kebetulan, saya gak ada sinyal, gak rajin update, dan smartphone saya rusak jadi ya...nikmatin aja!

Jadi, buat teman-teman yang dirundung kegalauan untuk mengikuti KKN atau tidak. Saya merekomendasikan dengan sepenuh hati, KKN lah! Sudah cukup teori yang kalian dapatkan di bangku kuliah itu, mari berteman dengan alam dan hidup yang sesungguhnya dengan apa yang kalian punya. Entah KKN kalian jauh atau dekat yang terpenting adalah kontribusi kalian, jadi nikmatilah! Indonesia masih luas dan kalian masih bisa mengeksplore mana saja dan kapan saja.

Selamat Mengabdi!

Sebagian dari 24 orang
Kiri ke Kanan atas (Yudha, Saya, Khoir, Alif, Paul, Pram, Umi, Fadel, Chandra, Saga)
Kiri ke Kanan bawah (Furqon, Aldo, Ervan, Hilda, Gilang, Rapon)

Liliana Isnaini a.k.a iis
-anggota (hiburan) KKN DESA MALAKA 2016

0 komentar:

Posting Komentar